Mengatasi Ejakulasi Dini

42-21267897penyebab ejakulasi dini tentunya lebih mengarah ke biologis. dikarenakan biasanya pria akan mencapai orgasme yang disertai ejakulasi biasanya 2 sampai 3 menit setelah melakukan penetrasi ke dalam alat kelamin wanita. Di pihak lain, pasangannya baru akan mencapai orgasme antara 10-14 menit setelah itu. sehingga jika kita melihat dari perbedaan yng sangat terlihat antara waktu orgasme wanita dan ejakulasi pria, sebenarnya masalah ejakulasi dini ini bukanlah merupakan penyakit.

Tidak menutup kemungkinan banyak perbedaan tentang pengetahuan seks yng dimiliki oleh keduanya. Jadi, apa yng harus kita lakukan agar masalah enjakulasi dini ini tidak berlarut-larut, bahkan bisa mengakibatkan terjadi kejenuhan seksual pada pasangan ?

Ada beberapa cara untuk mengatasi ejakulasi dini. Hal yang sederhana yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan latihan serta relaksasi pada tubuh. Yaitu dengan melakukan tekhnik berhenti kemudian mulai, penderita akan terlatih dalam mengkondisikan kepuasan tanpa terjadinya ejakulasi. Pasangan sangat berperan dalam hal perangsangan, hentikan rangsangan dan mulai kembali dalam 20 hingga 30 detik.

Dengan latihan yang rutin, menurut riset lebih dari 95 persen pria berhasil mengontrol ejakulasi dalam waktu 5 hingga 10 menit atau lebih. Teknik ini juga dapat membantu untuk menurunkan tingkat kecemasan sebagai penyebab utama terjadinya ejakulasi yang cepat. Pemakaian pelindung juga dapat menunda terjadinya hal ini. Jika disebabkan oleh masalah psikologi yang berat, penderita harus menemui psikoterapist.

Sebenarnya masih banyak alternatif lain untuk mengatasi ejakulasi dini, seperti penggunaan obat-obatan tradisional yng terkenal bisa melancarkan sirkulasi darah dan sekresi kelenjar, atau menggunakan salep/krim tertentu.

Selain itu, Kita juga bisa menggunakan obat-obatan seperti foredi gel untuk obat luar, antipsikotik, anti depresan untuk mengurangi masalah ejakulasi dini ini. Sebagian besar pria yng menggunakan jalan ini sudah merasakan hasil yang memuaskan, terutama sekali jika penyebab utamanya adalah psikologis.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *